Beranda > Seluler > Ponsel Lokal Kembangkan IM, Tantang Messenger BlackBerry

Ponsel Lokal Kembangkan IM, Tantang Messenger BlackBerry

Ponsel lokal tak bisa dipandang sebelah mata. Setelah fitur keyboard QWERTY, ponsel lokal bergandeng tangan mengembangkan jaringan chat menyaingi BlackBerry Messenger.

Presiden Direktur PT Mikroteknologi Indonesia, produsen ponsel Taxco, Djong Surianda mengatakan produsen yang bergabung di Asosiasi Pedagang dan Importir Telepon Genggam (Aspitek) saat ini sedang mengusahakan untuk membuat jaringan chat bagi sesama ponsel lokal.

“Jaringan chat sesama itu sudah dalam tahap wacana untuk dikembangkan,” katanya di Jakarta, kemarin. Ia mengungkapkan, untuk sementara ini teknologi tersebut masih dalam tahap pengembangan.

Namun fitur itu akan menyerupai jaringan chatting lewat BlackBerry Messenger. Saat ini chatting seperti itu hanya bisa dilakukan untuk sesama handset lokal, semisal ponsel Taxco melalui IMI Chat.

Selain menyaingi fitur BlackBerry, ponsel lokal akan meneruskan QWERTY dengan handset bersistem operasi Google Android. Surianda mengatakan, saat ini hingga pertengahan tahun depan handset dengan QWERTY permintaannya masih tinggi. Setelah pertengahan tahun, Taxco baru akan merilis Android.

“Trend Android tampaknya akan menjadi dominan pada 2010 akhir dan seterusnya, sehingga kami pun sedang mencoba mengembangkan sistem ini,” ujar Surianda. Handset Android akan layak menjadi andalan. Surianda mengatakan handset Android itu menawarkan gabungan kekuatan antara teknologi QWERTY dan touch screen.

Sementara vendor ponsel lokal lain, BYON belum tertarik untuk ikut menawarkan jaringan chat sesama pengguna ponsel lokal. BYON telah mendengar wacana itu, namun implementasinya tidak mudah.

Kepala Cabang Surabaya BYON Tan Bunarta saat dihubungi INILAH.COM beralasan implementasi jaringan chat itu butuh waktu lama, dan BYON masih konsentrasi untuk cuci gudang handphone low end di luar QWERTY.

“Kami masih mau menjalani proses yang ada dulu, fokus ke QWERTY dan non-QWERTY, sistem Android pun belum masuk dalam rencana kami,” tambahnya.

Oleh karena itu BYON masih mengusahakan untuk memperluas jumlah penjualan ponsel QWERTY low-end yang saat ini sudah mencapai puluhan ribu unit dari model B89, B71, B85 dan B96.

Sementara Taxco lebih agresif, dengan menargetkan mampu menguasai 50% pasar ponsel lokal di 2010. Modal yang diusung oleh perusahaan yang mulai beroperasi di Indonesia pada Juni 2007 itu adalah tetap pada teknologi QWERTY.

Saat ini Taxco terlah membukukan penjualan ratusan ribu unit ponsel model candy bar lama hingga yang baru diluncurkan VX3, VX4 dan VX5. Taxco menargetkan mampu menguasai bagian pasar ponsel lokal lebih besar dari 50% dengan harga ponsel berkisar Rp 369 ribu hingga satu jutaan.

“Kami optimis dan ingin konsumen dapat menggunakan ponsel canggih dengan harga yang terjangkau,” ujar Surianda. “Kami juga berusaha memperluas pasar karena memang penjualan di pulau Jawa masih mendominasi yakni sebesar 70%. Daerah-daerah yang terpencil pun sudah siap memakai QWERTY,” tambahnya.

[inilah]

Kategori:Seluler
  1. Desember 30, 2009 pukul 9:51 am

    Terima kasih atas informasi menarik

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: